Selasa, 02 September 2025 20:00 WIB
BLORA (wartablora.com)—Bupati Blora Arief Rohman (AR) habis pulang dari Tiongkok mengikuti kongres kabupaten organik tingkat dunia 2025. Sepulang dari Tiongkok ini tekad AR untuk mewujudkan kabupaten organik semakin kuat. Hal ini disampaikan saat membuka lomba Gerakan Sejuta Kotak Umat (Geseku), sebuah inovasi yang diinisiasi Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Blora, Selasa (2/9/25) di pendapa rumah dinas Bupati Blora.
“Atas izin Mendagri, Mensesneg, dan Gubernur Jawa Tengah. Kami mewakili Indonesia untuk berangkat ke Tiongkok dan semua tiket pesawat serta akomodasi ditanggung oleh panitia penyelenggara dari IFOAM-Organics Asia (Korea) Kantor Perwakilan Hebei Tiongkok,” ungkapnya.
Orang nomor satu di Blora itu melanjutkan Dalam forum ini, melibatkan International Network of Eco-regions, Global Alliance of Organic Districts dan Asian Local Government for Organic Agriculture (ALGOA). Dan diikuti sekitar 500 peserta, termasuk lebih dari 100 tamu dan pembicara internasional dari lebih dari 20 negara dan wilayah.
Forum ini menjadi ajang untuk bertukar ide dan sharing mengenai pengembangan distrik atau kabupaten organik, yang diikuti 68 delegasi dari berbagai negara.
Pengalaman ini semakin memantapkan tekad Pemkab Blora untuk menguatkan kebijakan yang berpihak pada pertanian organik.
"Kami harus menyusun kebijakan yang berpihak kepada organik. Saya berharap Blora bisa segera menyusun Peraturan Daerah (Perda) soal pertanian organik," tegas Bupati Arief.
Lebih lanjut, Bupati Arief menyoroti inovasi yang telah dilakukan Blora melalui program GESEKU (Gerakan Sedekah Kotoran Sapi), yang berhasil mengantarkan Blora meraih predikat Kabupaten Terinovatif dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Inovasi ini menjadi contoh nyata pemanfaatan potensi lokal berupa kotoran ternak.
"Ke depannya, program ini bisa kita tingkatkan lagi, karena sebagian besar Babinsa juga bertani. Agar masing-masing desa bisa didampingi oleh OPD terkait," tambah Arief Rohman.
Bupati Arief juga menyebutkan bahwa semangat gotong royong dan potensi pertanian Blora sejalan dengan program prioritas Presiden Prabowo di sektor pangan dan pertanian.
"Dengan semangat gotong royong, potensi Blora yang besar adalah pertanian. Bagaimana kita bisa meningkatkan sektor pangan dan pertanian. Ini selaras dengan program prioritas Presiden Prabowo," tutupnya.