Jumat, 08 Mei 2026 19:50 WIB
BLORA (wartablora.com)—Petani tebu di Kabupaten Blora dapat bantuan pengembangan kawasan tebu berupa bongkar atun. Bantuan pengembangan kawasan ini ditarget hingga seribu hektar lahan tebu yang ada di Kabupaten Blora. Bantuan yang diluncurkan sejak pertengahan September 2025 ini baru dapat pengembangan lahan 368 hektar hingga April 2026. Masih ada 632 hektar dari target seribu hektar pada akhir 2026. Kelompok masyarakat sipil dilibatkan dalam mencapai target lahan tebu yang akan mendapat bantuan tersebut. Bongkar atun merupakan program bantuan pemerintah untuk swasembada gula dengan memberikan bibit dan pembiayaannya.
Pelibatan kelompok masyarakat sipil ini dicetuskan dalam rapat Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora dengan kelompok petani tebu dan kelompok masyarakat sipil yang difasilitasi Komisi B DPRD Kabupaten Blora pada Jumat, 8 Mei 2026. Sebelumnya, komunitas Blora Selatan yang diwakili Exi Wijaya mempersoalkan transparansi pemerintah dalam menurunkan bantuan pengembangan kawasan tebu. Secara historis, bantuan-bantuan pemerintah sering kali tidak tepat sasaran dan kerap ada main mata antara penerima dan penyalur bantuan.
"Jangan sampai uang pajak yang digunakan untuk memberikan bantuan ini salah sasaran," tandasnya dalam rapat yang digelar di ruang lobi-lobi kantor DPRD Kabupaten Blora.
Ngaliman, Kepala DP4 Kabupaten Blora menyatakan hingga 7 bulan program bantuan tersebut digulirkan, pihaknya telah melakukan verifikasi lapangan untuk petani-petani yang lahan tebunya layak mendapatkan bantuan pengembangan kawasan.
"Targetnya seribu hektar, dan yang mengajukan banyak. Setelah diverifikasi cpcl, kita baru dapat 368 hektar. Masih ada sisa banyak," katanya dalam rapat tersebut.
Cpcl adalah istilah yang mengacu pada calon penerima calon lokasi. Dari data yang dimiliki DP4 Kabupaten Blora, ada sekitar 6 ribuan hektar kawasan tebu yang ada di seluruh Kabupaten Blora. Namun data ini disebutkan belum mencatat kawasan Perhutani yang menurut pejabat di DP4 bukan merupakan kewenangannya untuk melakukan pencatatan. Sementara dari kelompok petani tebu yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kabupaten Blora ada sekitar 8.000-an hektar lahan yang diperuntukan perkebunan tebu yang ada di Kabupaten Blora. Namun ada yang memperkirakan total lahan tebu yang ada di Kabupaten Blora mencapai belasan ribu hektar.
Yuyus Waluyo dari Komisi B DPRD Kabupaten Blora yang berkecimpung di perkebunan tebu memperkirakan ada sekitar 14-an ribu hektar perkebunan tebu yang ada di Kabupaten Blora. Dengan bantuan pengembangan kawasan tebu yang 1.000-an hektar menurutnya sudah dapat membantu petani-petani tebu yang mengalami kerugian akibat tidak beroperasinya pabrik gula yang ada di Kabupaten Blora.
"Silakan komunitas Blora Selatan jika akan terlibat dalam penyaluran bantuan," ujarnya dalam rapat itu.